3 Tradisi Toraja yang Unik

Sudah tidak heran jika Tanah Toraja menjadi salah satu destinasi yang diminati oleh para wisatawan lokal atau para wisatawan asing. Dengan keindahan alamnya yang menyuguhkan suasana desa yang asri Toraja selalu menjadi serbuan wisatawan. Selain itu Tradisi Toraja juga menjadi alasan wisatawan untuk mendatangi tempat tersebut www.ExploreToraja.com. Tempat wisata yang berjarak 350 km dari kota Makasar. Atau sekitar 8 jam perjalanan menggunakan tranportasi darat. Dengan perjalanan yang jauh akan terbayarkan saat kalian sampai di temat tujuan. Biasanya para wisatawan akan membludak saat bulan Desember dan agustus (akhir masa panen). Di karenakan saat bulan itu sering di adakan upacara adat, pertunjukan seni dan tour wisata. Untuk mendatangi tempat wisata ini para wisatawan bisa menuju langsung ke kota Rantepao. Kota ini merupakan pusat dari wisata Tanah Toraja. Dari kota Rantepao wisatawan bisa menggunakan transportasi yang disediakan di tempat tersebut.
Saat sampai gerbang utama saja suasana Tradisi Toraja sudah terasa. Dengan gapura kayu yang diukir khas Toraja akan menyambut kita dengan ramah. Setalah itu akan ada jajaran rumah adat Tongkonan yang memiliki atap melengkung serta terdapat tanduk kerbau yang terpajang di depan rumah. Di dalam rumah Tongkonan juga terdapat mayat yang disemayamkan untuk menunggu upacara Rambu Solo dilaksanakan. Jadi dengan memasuki area pintu saja kalian sudah bisa merasakan tradisi yang masih begitu kental.

Dari semua Tradisi Toraja ada 3 tradisi yang cukup terkenal hingga penjuru nusantara. Beriku ini daftar tradisi yang selalu ditunggu oleh wisatawan.

1. Rambu Solo – upacara pemakaman yang sangat meriah ini juga selalu ditunggu wisatawan. Hal yang membuat kita berdecak kagum adalah kemegahan upacara yang digelar. Setelah mayat disemayamkan hingga hitungan tahun, upacara ini dilakukan dengan sangat meriah. Ada 24 – 50 ekor kerbau dengan harga 500 juta hingga 1 milyar per ekornya.

2. Ma’nene – Budaya yang menggunakan mayat dari lelehur ini cukup dicari oleh wisatawan asing. Pasalnya hal ini memang sangat unik. Mayat yang sudah memakai pakaian lengkap ini diberi mantra. Dan percaya tidak percaya mayat tersebut dapat berdiri dan berjalan selayaknya manusia. Namun jangan coba – coba untuk menyentuh jenazah tersebut. Karena mantranya akan hilang jika tersentuh orang.

3. Adu kerbau – upacara ini sebenarnya serangkaian dengan Rambu Solo, namun diadakan setelah mayat dimakamkan di tebing. Sebelum dijadikan kurban untuk perayaan, kerbau akan di adu satu sama lain.
Nah, demikian tadi ketiga Tradisi Toraja yang sangat menarik untuk dikunjungi saat berada di Makasar. Dengan berwisata ke Toraja kalian akan mendapatkan ilmu tentang budaya peninggalan nenek moyang. Dan masih dilestarikan hingga saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *