Berburu Suvenir Khas Raja Ampat

Kadang kadang kita nggak enak juga cerita sama teman – teman sekantor, atau sekampus atau sekampung halaman, jika kita nih hanya berdasarkan fiksi saja. Ya meskipun kita benar – benar telah menapakkan jejak kaki kita disana, di Pulau Raja Ampat. Langkah yang paling masuk akal dan boleh di bilang bijak adalah segera berburu suvenir khas Raja Ampat agar tak buat tema kecewa. Semua menunggu ceritamu dan juga tak lupa adalah oleh – olehmu. Inilah jikakita punya banyak teman, kolega ataupun sahabat,memang danaekstra dibutuhkan sekali. Namun, jika oleh – oleh kita atau pemberian apapun dari kita diterima dengan baik, maka bukan main senangnya kita bukan ? Kita senang karena orang lain juga senang dengan pemberian kita.

Oleh karena itu, satu hal yang penting ada ingat juga saat berlibur di tempat wisata adalah menganggarkan secara khusus buat beli oleh – oleh. Ini artinya janganlah anda pulang dengan tangan hampa. Mungkin ini sepele, hanya soal oleh – oleh saja, namun siapa kira ini adalah modal sosial yang sangat baik bagi anda. Maka itu sempatkan waktu anda ditempat wisata untuk berburu suvenir khas Raja Ampat. Percayalah anda akan merasa aneh jika pulang tanpa membawa oleh-oleh khas. Di Raja Ampat meskipun agak tersembunyi alias terpencil, hal itu bukan berarti sulit sekali untuk menemukan toko suvenir di sana.

Apa saya yang dijual di sana ? Saat anda berburu suvenir khas Raja Ampat . anda akan disuguhi karya cipta tangan trampil seperti aneka topeng, ukiran kayu, kalung-kalung, rahang hiu dan lain-lainnya. Yang agak merepotkan adalah soal harga. Harganya memang tidak murah karena setiap suvenir yang dijual dihargai paling murah sekitar Rp. 100 ribu rupiah. Sedangkan harga tertinggi dapat mencapai harga hingga 3 juta rupiah. Nah, kalau di pulau Aborek lain lagi, suvenir yang dijual disana umumnya berupa topi berbentuk unik. Disain topi berbentuk seperti ikan pari manta. Soal harga memang agak mahal yakni, berkisar 200-300 ribu untuk satu topi cantik yang akan anda bawa pulang. Wah kalau gini bisa bangkrut nih bandar. . . .