Check Ge Nose C19, Mudah N Murah Rp 15 Rb, 10 Detik, Akurasi 99,9%. Gak Hrs Swab, Gak Hrs Diambil Darah

Dia berharap, dengan jumlah GeNose C19 yang masih terbatas ini dapat memberikan dampak maksimal. Menurut Kuwat panggilan Kuwat Triyana, dengan 100 unit batch pertama yang akan dilepas, diharapkan dapat melakukan one hundred twenty tes per alat atau atau totalnya 12 ribu orang sehari. “Angka 120 tes per alat itu dari estimasi bahwa setiap tes membutuhkan 3 menit, termasuk pengambilan nafas, sehingga satu jam dapat mentes 20 orang dan bila efektif alat bekerja selama 6 jam,” ucapnya. Diketahui, setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN, untuk didistribusikan. Setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama, yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN, untuk didistribusikan.

GeNose ini memang baru, namun sudah mencuri perhatian Kementerian Kesehatan dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Bahkan sudah mendapat izin penggunaan dari Kemenkes sejak 24 Desember 2020. “Merujuk SE Satgas Penanganan Covid-19, kita masih sepakat untuk masyarakat yang berpergian dengan bus itu sifatnya hanya random sampling. Untuk di Jakarta yang pertama kali dilaksanakan adalah di Terminal Pulo Gebang, dan secara bertahap kita sudah pesan a hundred alat GeNose yang akan segera kita distribusikan ke daerah-daerah,” katanya. “90 persen yang mencoba GeNose hasilnya konsisten dengan hasil yang dilakukanswabatau PCR. Jadi kita punya harapan ini bisa menjadi alternatif atau menyeimbangkan pemulihan dan penanganan kesehatannya,” katanya.

GeNose C19 adalah alat screening Covid-19 inovasi dari Universitas Gadjah Mada yang memiliki keunggulan murah, cepat, dan akurat. Inovasi dilakukan Universitas Gadjah Mada dengan mengembangkan teknologi pengendus Covid-19 . GeNose bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 lewat embusan napas seseorang.

Alat itu merupakan produk buatan Indonesia yang dikembangkan oleh Universitas Gajah Mada Yogyakarta. “Disiplin 3M itu tak sebanding dengan perjuangan dokter dan tenaga kesehatan dalam merawat pasien Covid-19,” ujar Doni. GeNose buatan para ahli Universitas Gadjah Mada diklaim menunjukkan sensitivitas 92%. Selama ini, biaya Rapid Test Antigen-Swab di luar Pulau Jawa dipatok Rp250 ribu untuk batas termahal. Sementara untuk wilayah pulau Jawa ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI sebesar Rp275 ribu untuk batas paling mahal. Sonny mengatakan Bali termasuk provinsi dengan tingkat vaksinasi tertinggi di Indonesia bila dibandingkan daerah lainnya.

Alat deteksi Covid murah

Semakin banyak orang yang menjalani tes, maka deteksi dan pemetaan penyakit bisa cepat dilakukan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, para peneliti dari Universitas Gadjah Mada membuat alat deteksi yang dimakan GeNose. Selain itu, untuk kecepatan hasil tes dari GeNose juga tak kalah dengan alat tes Covid-19 lain. Menurut Kepala Produksi Konsorsium GeNose C19, Eko Fajar Prasetyo, sistem GeNose dapat mendeteksi virus dalam waktu singkat yaitu 50 detik. “Nantinya biaya tes dengan GeNose C19 cukup murah hanya sekitar Rp15 sampai Rp25 ribu. Hasil tes juga sangat cepat yakni sekitar 2 menit serta tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lainnya,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, GeNose memiliki tingkat akurasi 93–95 persen dengan sensitivitas 89–92 persen dan spesivitas 95–96 persen. Alat itu mampu mendeteksi seseorang yang baru terpapar Covid-19 dalam waktu dua hari terakhir. GeNose juga berbasis kecerdasan artifisial sehingga kemampuannya semakin maksimal ketika sering digunakan. Kuwat juga menegaskan setelah mendapatkan izin edar GeNose C19 akan segera diproduksi massal. dok.UGMTEMPO.CO, Yogyakarta – Ketua tim pengembang GeNose, alat pendeteksi Covid-19 besutan para ahli dari Universitas Gadjah Mada , Kuwat Triyana meluruskan informasi soal biaya tes dengan alat yang kinerjanya berbasis sampel embusan napas itu.

Ia menuturkan, harapan tersebut dapat diwujudkan bila distribusi GeNose C19 dilakukan secara tepat sasaran. Contohnya di bandara, stasiun kereta dan tempat keramaian lainnya, termasuk di rumah sakit. Namun, pada tahap ini tidak memungkinkan pengadaan GeNose C19 untuk keperluan pribadi. Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi Indonesia mengatakan, “Hasilnya cukup cepat dan saat ini sedang divalidasi akurasi perkiraannyaa dari validasi yang dilakukan lebih dari a hundred pasien itu mencapai ninety five persen.

Harga tes COVID-19 GeNose ini terbilang jauh lebih murah dari uji Corona manapun. GeNose C19 mendeteksi corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound . Saat ini GeNose sudah digunakan di 23 stasiun kereta api, bertambah dari sebelumnya yang hanya 14 stasiun kereta jarak jauh. Pada hakekatnya layanan tersebut tersedia gratis, akan tetapi kami yakin bahwa para pelaku usaha tidak memiliki akses dan informasi atas hal tersebut. Salah satu kendala dalam pengembangan baterai sodium adalah pada material Game Slot Online katoda dan materials anoda . Material katoda berupa materials garam yang mengandung sodium, sedangkan untuk materials anoda umumnya, materials berbasis karbon dapat digunakan.