Deteksi Genose Hanya Three Menit, Biaya Rp 20 Ribu

Alat ini dapat mendeteksi Covid-19 dari embusan napas, terintegrasi dengan perangkat berbasis artifisial . KONTAN.CO.ID -GeNose, alat deteksi virus corona buatan UGM telah resmi diizinkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sebagai syarat perjalanan di keretaapi dan bus. Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan terdapat dalam GeNose mengambil knowledge dari embusan napas manusia. GeNose C19 adalah alat yang dibuat khusus oleh para ahli dari Universitas Gajah Mada untuk mendeteksi infeksi virus Corona melalui embusan napas.

Jika angka desimal tersebut di bawah 0,6 , maka prediksi GeNose tersebut lemah. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie juga mendukung upaya penggunaan GeNose sebagai alat untuk mendeteksi Covid-19. Asalkan akurasinya benar-benar tepat dan dapat dibuktikan secara ilmiah. Meski demikian penggunaan GeNose tidak serta merta menggantikan tes Rapid dan Antigen. Nantinya hasil dari GeNose sendiri menjadi pelengkap kedua tes yang lebih dulu diterapkan tersebut.

Dalam kunjungannya, Menko Marves langsung mencoba alat deteksi GeNose dengan cara menghembuskan nafas ketiga ke dalam kantung yang telah disiapkan. Pemerintah memberikan apresiasi kepada tim GeNose dari Universitas Gajah Mada yang sudah bekerja keras untuk menciptakan inovasi ini dan membantu pemerintah dalam melakukan upaya 4 T . “Tetapi untuk skrining, disinilah dituntut kemampuan kita untuk melakukan inovasi, melahirkan alat yang nanti bisa melakukan skrining dengan waktu yang cepat dan relatif nyaman, dan juga mempunyai tingkat akurasi yang tinggi,” kata Bambang. Budi mengungkapkan, GeNose akan menambah opsi bagi masyarakat untuk mengecek kesehatan selain fast test antigen dan PCR. Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk tahap awal, GeNose digunakan di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu. Dengan digawangi tenaga yang terampil, Budi menyatakan bahwa pengecekan GeNose di stasiun dapat mencapai 2 ribu orang dalam satu jam.

Masyarakat harus bangga karena Indonesia berhasil membuat alat tes Covid-19. Mengutip dari situs Liputan6, pemerintah memberikan apresiasi kepada tim GeNose dari Universitas Gajah Mada yang sudah bekerja keras untuk menciptakan inovasi ini dan membantu pemerintah dalam melakukan upaya 4T . Namun, tetap alat ini perlu pengembangan teknolodi lebih lanjut agar maksimal dalam mendeteksi Covid-19 datal tubuh. Sementara, bagi orang yang ingin menggunakan alat ini untuk mendeteksi virus Covid-19, harus mengeluarkan biaya. Tak perlu khawatir, jika biasanya tes Covid-19 dibutuhkan biaya ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah, tes Covid-19 dengan GeNose hanya butuh biaya Rp20 ribu.

Untuk kemudahan mendapatkan layanan GeNose C19, masyarakat dapat memesan layanan GeNose C19 melalui aplikasi KAI Access saat melakukan pembelian tiket di aplikasi KAI Access. Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta pemerintah untuk tetap menyediakan slot jalur pegawai negeri sipil untuk para guru di Indonesia. “Per 15 Februari ditambah enam stasiun, yakni Stasiun Gambir, Solo Balapan, Bandung, Cirebon, Situs Slot Judi Online Resmi di Indonesia Semarang Tawang, dan Surabaya Pasar Turi. Sehingga saat ini sudah ada delapan stasiun yang layani pemeriksaan GeNose C19,” beber dia. Mulai 15 Februari 2021, Stasiun Tawang Semarang melayani pemeriksaan Covid-19 menggunakan GeNose C19. Bambang berharap akat ini bisa segera dimanfaatkan secara masif oleh masyarakat. Untuk itulah pada bulan Desember alat ini harus sudah bisa dipakai untuk screening.

Deteksi covid Genose

“Bahkan diposko perbatasan sudah disiapkan alat GeNose untuk melihat hasil positif atau negatif yakni terpapar covid-19 apa tidak, ” kata Wabup Nyai Eva. SLEMAN, KRJOGJA.com – Sleman City Hall berkerjasama dengan LazisNU Sleman menyediakan fasilitas Tes Genose Drive-Thru. Fasilitas ini dapat memudahkan para pengujung ataupun masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ataupun kepentingan lain yang membutuhkan tes GeNose.

“Ini sifatnya untuk screening dini, seperti thermo gun cuma ini jauh lebih sensitif, tapi tidak bisa menggantikan PCR, fast take a look at antibodi atau antigen,” kata Dicky seperti diberitakan Kompas.com, akhir Desember 2020. Menurut dia, perlu ada publikasi ilmiah mengenai penelitian dan pengembangan alat ini, terutama knowledge yang menjadi dasar bagi GeNose untuk mendapatkan izin edar. Pada 24 Desember 2020, GeNose mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Namun, apa pun hasil tes GeNose C19, semua orang harus tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.