Genose, Alat Deteksi Covid

Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi partikel – dikeluarkan oleh seseorang yang telah terinfeksi virus corona. Meski begitu, GeNose memiliki kelebihan yakni ringkas, khususnya di stasiun yang banyak calon penumpang. SESEORANG yang dinyatakan positif covid-19 oleh alat pendeteksi covid-19, GeNose, harus menindaklanjutinya dengan tes usap PCR . Kekurangan vitamin memengaruhi tingkat imunitas serta sistem metabolisme tubuh, namun TIDAK menyebabkan Covid-19. Melansir dari World Health Organization , Covid-19 disebabkan oleh varian virus corona baru bernama SARS-Cov-2. Kendati memiliki tujuan yang sama, yakni untuk menunjukkan apakah seseorang telah terpapar dan terinfeksi virus korona, tes antibodi bukan memeriksa keberadaan virus dalam tubuh.

Harga tes dengan GeNose diklaim jauh lebih murah jika dibandingkan dengan metode tes Covid-19 yang sudah digunakan di Indonesia selama ini. Penggunaannya juga lebih efektif karena satu alat GeNose bisa untuk 30 orang dalam satu jam. Liputan6.com, Jakarta – Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan alat deteksi Covid-19 bernama GeNose C19. Menristek menuturkan, kelebihan GeNose adalah bersifat non-invasif sehingga yang dibutuhkan hanya mengembuskan napas untuk mendeteksi Covid-19. Dia mengatakan, saat ini GeNose baru memiliki izin edar, sementara pengujian juga masih dilakukan Kementerian Kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan .

Berbeda dari tes lainnya, GeNose dilakukan dengan mengambil sampel napas yang dikeluarkan seseorang – melalui mulut ke dalam sebuah kantong. Nantinya, hasil tes tersebut akan ditunjukkan melalui layar monitor dalam bentuk kurva. untuk akurasi lebih tinggi, hasil tes negatif perlu dikonfirmasi dengan tes molekuler.

Dengan alat screening GeNose 19, Wuri mengaku lebih efisien waktu dan biaya bila harus ke Yogyakarta dan balik ke Jakarta dadakan menggunakan kereta api. Salah satu calon penumpang tujuan Yoygayakarta, Wuri Handayani 23 tahun, mahasiswi sebuh universitas negeri di Yogyakarta, mengaku lega karena kerap kali bolak-balik Jakarta Yogyakarta menyelesaikan skripsinya. Menurut Prof. Kuwat setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN Daftar Slot Online Terpercaya 2021 dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan. Selain itu, pengguna atau pasien yang akan menggunakan GeNose juga disarankan tidak mengkonsumsi apapun setengah jam sebelum tes pengetesan. “Kalau GeNose itu syaratnya tidak boleh merokok, makan dan minum yang menyengat, jadi ini bukan untuk screening awal, tapi untuk penelitian dalam kondisi tertentu,” lanjut Hermawan. Pasien akan diambil sampel darah vena dimasukan kedalam tabung penampung darah, selanjutnya sampel diproses sesuai jenis metode pemeriksaan antibodi.

Kelemahan genose sebagai deteksi covid

Alat ini dapat mendeteksi keberadaan virus corona melalui hembusan nafas dalam waktu yang relatif singkat. Alat ini juga berbeda dengan speedy take a look at antibodi yang mendeteksi respons imun tubuh lewat sampel darah. GeNose sendiri merupakan hasil kolaborasi tim ahli lintas bidang ilmu di UGM.

Luhut juga mengapresiasi GeNose sebagai alat deteksi COVID-19 dengan kelebihan seperti cepat, harga yang relatif lebih murah dengan akurasi di atas 90 persen. Luhut hanya menyarankan agar plastik yang dipakai merupakan bahan daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan. Namun selebihnya, Luhut mengungkap harapan agar GeNose bisa segera diedarkan di berbagai titik strategis lain seperti resort, mal, hingga RT/RW. “Dan hasil tes GeNose juga lebih cepat didapatkan. Paling lambat mungkin hanya dalam waktu sekitar dua menit, itu juga tergantung operatornya. Dan alat ini bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19,” paparnya.

Karena itulah, sampai saat ini analysis infeksi virus corona masih mengandalkan tes PCR. Hasil tes PCR masih dianggap paling akurat untuk mendeteksi virus Sars-Cov-2–penyebab penyakit COVID-19–dalam tubuh. KalbarOnline.com – Alat pendeteksi Covid-19 besutan para ahli dari Universitas Gadjah Mada , GeNose, sudah mengantongi izin edar dan siap dipasarkan. Prinsip kerja alat berbasis sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence itu, semakin banyak sampel yang dipakai untuk menguji maka tingkat akurasi alat ini pun akan semakin baik. Untuk satu kali penggunaannya, pengecekan Covid-19 dengan GeNose C19 dibanderol dengan harga 15-25ribu, jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya tes PCR, tes fast antibodi dan tes fast antigen.