Genose, Alat Deteksi Virus Corona

Gagasannya berangkat dari temuan bahwa virus bisa bertahan lebih lama di anus atau rektum ketimbang di saluran pencernaan. Indonesia juga sudah mengumumkan tidak akan menggunakan prosedur tes anal untuk mendiagnosis pasien Covid-19. Untuk screening pun Indonesia memilih tes antigen atau GeNose yang dikembangkan di dalam negeri sendiri. Menurut para pakar kesehatan, tes dengan sampel dari anus baru diperlukan bila virus telah menginfeksi saluran pencernaan.

Para ahli dari Universitas Gadjah Mada Memperkenalkan alat deteksi Covid-19 GeNose. Jakarta, Obsessionnews.com — Pemerintah terus berupaya mendorong produk inovasi karya anak Game Slot Online bangsa untuk menguasai pasar dalam negeri. GeNose C19 menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk bisa melakukan tes Covid-19 dengan biaya yang murah, cepat, mudah dan akurat.

Sesuai petunjuk yang ada, baik bagi penumpang di Stasiun Senen Jakarta maupun penumpang Stasiun Tugu Yogyakarta, pemeriksaan GeNose bisa dilakukan dengan menunjukkan kode reserving tiket. Setelah mengantre dan melakukan pendaftaran, petugas akan menjelaskan syarat pemeriksaan, khususnya tidak mengkonsumsi makanan satu jam sebelumnya. Jika tidak memenuhi syarat ini, penumpang akan diminta untuk mengikuti pemeriksaan dengan metode lain.

GeNose juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas information dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi. Data yang terkumpul di dalam sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pemetaan, pelacakan, dan pemantauan penyebaran pandemi secara aktual. Sebanyak one hundred unit pertama telah dikirimkan kepada Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) untuk meningkatkan akurasinya. Alat itu disebut mampu melakukan pemeriksaan sekitar 120 kali per hari dengan estimasi tiap pemeriksaan sekitar tiga menit dan efektivitas kerja alat selama enam jam. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada 23 Januari lalu berkesempatan mencoba menjajal alat tes tersebut. Dalam pernyataannya, Luhut memastikan bahwa GeNose sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Lama waktu yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi dalam tubuh adalah 5 hingga 10 menit. Pengambilan ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings dan atau orofarings dengan menggunakan alat seperti kapas lidi khusus. Hal ini tentu berbeda dengan speedy tes antibodi yang mengidentifikasi antobodi dalam tubuh Anda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Alat screening Gadjah Mada Electric Nose Covid-19 atau Genose C19 mulai diterapkan kemarin (5/2) di Stasiun Pasar Senen dan Tugu Yogyakarta. Jika belum yakin dengan efektivitas alat tersebut, peneliti Genose dr Dian K Nurputra mengungkapkan, alat tersebut dapat melakukan screening dengan mendeteksi pola napas. Panut mengatakan, virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh seseorang akan menghasilkan risky natural compounds atau senyawa organik mudah menguap yang khas.

Efektivitas deteksi covid dari Genose

Per Juni 2016, sudah dioperasikan 733 TTI yang tersebar di 33 provinsi diseluruh Indonesia. Secara umum, masyarakat memberikan respon positif terhadap keberadaan Toko Tani Indonesia. Namun demikian, Kementerian Pertanian juga tetap harus memperhatikan aspirasi dari importir, distributor dan agen.

Namun, setelah mendapat masukan dari berbagai pihak yang berkompeten, ia memutuskan di tahap awal ini menggunakan genose dan PCR guna memastikan mana yang lebih efektif digunakan. Danny mengaku, menggandeng dua karya anak bangsa agar bisa mengetahui ketepatan serta keakuratannya. Sedangkan, swab PCR membutuhkan waktu hingga lebih dari satu hari karena membutuhkan uji laboratorium. Swab PCR merupakan metode yang juga dilakukan dengan cara swab di hidung dan tenggorokan untuk mendeteksi semua bagian virus, berbeda dengan antigen yang hanya bagian luar.

Tes dengan alat ini juga disebut tak memerlukan bahan kimia apapun untuk melihat reaksi virus saat uji berlangsung. Biaya tes menggunakan GeNose C19 ini juga akan lebih murah hanya sekitar Rp15-25 ribu. Masyarakat di Indonesia termasuk Jabodetabek dapat menggunakan alat deteksi Covid-19 buatan peneliti Universitas Gadjah Mada, GeNose, per 5 Februari 2021. Saat seseorang dinyatakan positif, maka juga akan dirujuk menjalani tes PCR. Sedangkan akurasi swab PCR memiliki sensitivitas berkisar persen dan spesifisitas ninety nine persen.