Lebih Murah, Pendeteksi Covid

Alat tes covid-19 yang dirancang oleh Universitas Gadjah Mada telah mengantongi izin edar. Biaya tes covid-19 dengan alat bernama GeNose ini terbilang murah dari uji covid-19 mana pun. Dari hasil uji coba tersebut, tes GeNose C19 dinilai bisa menjadi alternatif untuk mendeteksi infeksi virus Corona. Meski begitu, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan tingkat akurasi dan efektivitas GeNose dalam mendeteksi virus Corona secara spesifik. JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia mendukung penggunaan alat Gajah Mada Electric Nose COVID-19 atau GeNose C19 di layanan KAI untuk screening virus corona pada transportasi kereta api.

Total waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil dari alat ini dari awal hingga akhir adalah tiga menit. Jadi dalam satu jam, alat ini dapat digunakan untuk memeriksa 20 orang, dan efektif hingga 6 jam per hari. Saat ini, GeNose sudah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan, sehingga alat ini sudah mulai bisa mendapatkan pengakuan regulator. Alat ini nantinya akan digunakan sebagai metode untuk skrining cepat, dan bukan untuk alat diagnosis. Dilansir dari laman resmi UGM, alat ini disebutkan bekerja dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound . VOC akan terbentuk pada tubuh orang-orang yang terinfeksi Covid-19 dan bisa dikeluarkan melalui embusan napas.

Tarifnya pun diperkirakan berkisar di Rp20.000 untuk satu kali tes dengan akurasi di atas ninety persen. Joni mengatakan KAI berencana akan membeli GeNose C19 yang nantinya akan digunakan di berbagai stasiun kereta api. Durasi tiga menit termasuk pengambilan napas itu disampaikan Kuwat setelah GeNose mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI. Alat pendeteksi Covid-19 berbasis embusan napas itu disebut akan diterapkan di sejumlah tempat umum dengan biaya Rp5 ribu hingga Rp10 ribu untuk setiap tes, sebagaimana disebut pada awal pesan yang beredar viral. Alat ini juga berbeda dengan fast test antibodi yang mendeteksi respons imun tubuh lewat sampel darah. Bambang menerangkan bahwa satu unit GeNose itu dijual senilai Rp62 juta dan bisa digunakan 100 ribu kali.

Alat deteksi Covid murah

Namun, apa pun hasil tes GeNose C19, semua orang harus tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. GeNose C19 mampu mengidentifikasi virus Corona dengan cara mendeteksi senyawa organik yang mudah menguap atau risky organic compound . VOC diketahui dapat terbentuk karena adanya infeksi virus Corona dan keluar bersama embusan napas. Alat pendeteksi Covid-19 berbasis embusan napas GeNose C19 yang dikembangkan oleh tim riset Universitas Gadjah Mada mendapat apresasi yang besar dari banyak pihak. Estimasi ini diambil dari waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tes menggunakan GeNose.

Satu alat GeNose dihargai sekitar Rp 40 juta dan bisa digunakan untuk one hundred ribu pemeriksaan. Dengan demikian, untuk bisa diperiksa dengan alat ini, tidak diperlukan biaya sebanyak metode tes Covid-19 lain seperti rapid tes antibodi, swab antigen, ataupun swab PCR. SuaraPemerintah.id – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menghasilkan inovasi alat kesehatan untuk melakukan tes cepat deteksi antibodi kuantitatif Situs Slot Judi Online Resmi di Indonesia danRapid Diagnostic Test antigen pada 2021. Alat pendeteksi covid-19 berbasis embusan napas bernama GeNose C19 buatan Tim Riset Universitas Gadjah Mada telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI dan siap dipasarkan. Bambang juga menuturkan hasil deteksi yang dikeluarkan oleh GeNose ini konsisten dengan hasil dari deteksi dengan swab PCR. GeNose disebut mampu mendeteksi keberadaan virus COVID-19 melalui hembusan nafas dalam hitungan dua menit.

Kalau ditambah dengan ambil napas ya kira-kira butuh three menit termasuk flushing untuk membersihkan ruang sensor,” ujarnya. Ketua Tim Pengembang GeNose dari UGM Kuwat Triyana, mengatakan setiap tes membutuhkan waktu TIGA MENIT, termasuk pengambilan napas. Sleman, Koran Jogja – Alat skrining Covid-19 karya UGM, GeNose C19, dari hari ke hari kian menjadi primadona dan diperbincangkan masyarakat. Sementara, perjalanan dengan menggunakan transportasi lain seperti transportasi darat dan pesawat masih sama, yaitu menggunakan RT-PCR maksimal 3×24 jam atau rapid antigen 2×24 jam sebelum keberangkatan. “Ini kerja bagus sekaligus perwujudan UGM Science Techno Park sebagai jembatan antara universitas dan industri serta tempat riset para dosen dan mahasiswa,”kata Paripurna. JawaPos.com – Deteksi Covid-19 menggunakan GeNose mulai diuji coba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, kemarin (3/2).