Review Film Korea Shoot Me in The Heart (2015)

Annyeong chingudeul. Ada yang udah nonton film Shoot Me in Th Heart? Film ini adalah salah satu film yang rilis di tahun 2015 yang bertemakan gak biasa, yaitu kehidupan pasien di rumah sakit jiwa.

Mereka yaitu Ryu Seung Min (Lee Min Ki) serta Lee Soo Myung (Yeo Jin Goo). Mereka dimasukkan paksa ke rumah sakit jiwa di hari yang sama. Di film ini digambarkan beberapa pasien sakit jiwa diperlakukan dengan kasar, lebih-lebih jika si pasien ngelakuin kekeliruan.

Satu diantara petugas yang paling kasar sampai diberi julukan’si pendosa’ sama beberapa pasien. Si pendosa ini mukanya familiar banget karna juga seringkali muncul di banyak drama, sebut saja di School 2015 serta My Lovely Girl. Dia tidak enggan mukulin beberapa pasien serta sukai tidak bertanggungjawab sama tugas-tugasnya. Gue sendiri tidak memahami apa didunia riil pasien sakit jiwa diperlakukankan seperti gitu juga? Umumnya dokter serta perawat juga digambarkan acuh sama beberapa pasien serta seringkali ngehukum beberapa pasien bahkan juga ngancem mereka jika mereka tidak nurut sama perintah. Yang hilang ingatan itu pasien atau perawatnya? Oke kita teruskan.

Beberapa orang hilang ingatan di film ini dikarenakan banyaknya hal, dari mulai seseorang ibu yang ngerasa bersalah karna tidak dapat nyelamatin anaknya dari kebakaran, pelatih sirkus yang kehilangan kudanya yang mati, hilang ingatan karna terlalu pinter, sampai karna kecanduan alkohol. Pengenalan ciri-khas intinya malah agak lambat menurutku, apa memang berniat di buat demikian? Karna baru dikisahkan di tengahnya film.

Yang unik di film ini, kita sendiri dibikin menebak-nebak apakah Seung Min serta Soo Myung betul-betul hilang ingatan atau tidak. Dalam satu scene Seung Min bahkan juga berhasil menentramkan si ibu yang kehilangan anaknya barusan, walau sebenarnya perawatnya sendiri tidak kepikiran sama langkah yang dipakai Seung Min. Seung Min sendiri sikapnya agak meledak-ledak serta tidak terduga. Seung Min juga manggil Soo Myung dengan nama Miss Lee serta menebut dianya Oppa. Soo Myung digambarkan lebih pendiam serta tidak sering ngomong, dia juga miliki fobia sama gunting, maka dari itu rambutnya gondrong namun syukurnya masih tetap berponi serta tidak gimbal seperti orang hilang ingatan ditempat gue : (namun sebenernya dia anaknya pinter, serta menurut gue mungkin saja dialah tokoh paling utama pertama di film ini karna dia miliki peranan jadi pengantar cerita di film ini. But i have no idea about rambutnya Seung Min yang dibikin poni ala batman demikian : ( Mungkin saja dia ingin daftar jadi membernya BBB buat jadi men version nya Ayushita?

Tokoh-tokoh hilang ingatan yang beda juga buat film ini lebih hidup. Misalnya Man Sik, si pelatih kuda. Dia senantiasa pakai helm kemana saja serta minta digendong sama Seung Min yang dia sangka kudanya yang telah mati, Do-Byul. Terkadang dia juga minta Soo Myung buat jadi Do-Byul nya. Ada pula si tukang laundry yang senantiasa pakai tas anak TK kemana saja.

Baaca Juga: Sinopsis Melo Holic

Dia sukai belajar aljabar sama Soo Myung yang dia panggil pak guru serta miliki citacita masuk kampus selalu kerja jadi petugas sosial. Ada pula si kacamata yang gue sendiri bingung ni orang sebenernya hilang ingatan apa tidak sich? Serta perseteruan ciri khas ala drama serta film Korea mengenai persaingan perebutan kekuasaan di perusahaan keluarga juga muncul di film ini meskipun porsinya hanya sedikit sich, jadi pengantar saja.

Apa sich yang buat Seung Min serta Soo Myung terjerat dirumah sakit jiwa? Akankah mereka pulih selanjutnya? Film ini lumayan menghibur sich. Tidak sangat berat namun tidak bosenin juga. Sebagian adegan memang agak tidak terang serta akting Yeo Jin Goo kurang hilang ingatan saja jika buat jadi orang hilang ingatan hehehe. Klimaksnya kurang dapet serta tanggapan gue cocok ending hanya ‘oh gitu doang? ’ soalnya agak gantung, Soo Myung diceritain telah pulih namun Seung Min tidak terang di mana keberadaannya sesudah dia kabur pakai paragliding. Pesan yang dapat gue ambillah sich mungkin saja, orang hilang ingatan saja masih tetap miliki mimpi yang ingin dia kejar terlebih kita? Film ini pas buat kalian yang sekali lagi bosen sama drama njelimet beberapa chaebol atau drama percintaan menye-menye. Skor 7, 5/10.