Sekat Perbatasan Sumenep Pamekasan, Pengendara Dites Genose

Total waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil dari alat ini dari awal hingga akhir adalah tiga menit. Jadi dalam satu jam, alat ini dapat digunakan untuk memeriksa 20 orang, dan efektif hingga 6 jam per hari. GeNose adalah alat deteksi Covid-19 yang bekerja dengan mendeteksi risky organic compound .

Jumlah stasiun yang melayani pemeriksaan GeNose C19 akan terus ditambah secara bertahap. Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro mengapresiasi keberhasilan peneliti UGM dalam menghasilkan alat ini. Kementerian siap mendukung uji klinis lanjutan GeNose, melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. Kreativitas dan kecerdasan anak bangsa untuk membantu penanganan pandemi COVID-19 ditunjukkan dengan hadirnya GeNose C19 dan Deteksi CePAD. di Yogyakarta untuk mengumpulkan data Daftar Slot Terpercaya bacaan sensor napas sejumlah pasien corona.

GeNose adalah sebuah alat pendeteksi virus corona yang dibuat oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada . Alat ini dapat mendeteksi keberadaan Covid-19 melalui embusan napas hanya dalam kurun waktu 80 detik. Saat ini tersedia one hundred unit GeNose yang siap dipasarkan dengan target one hundred twenty tes per hari. Itu artinya alat ini dapat membantu skrining COVID-19 sebanyak 12 ribu ornag per harinya. Kuwat berharap distribusi alat ini bisa tepat sasaran, misalnya digunakan di bandara, stasiun kereta, dan tempat keramaian lainnya termasuk di rumah sakit dan BNPB yang dapat mobile mendekati suspect Covid-19. Penggunaan GeNose sebagai salah satu syarat perjalanan kereta api jarak jauh selain rapid take a look at antigen dan PCR tercantum dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 5 Tahun 2021.

Namun pada akhir pesan, tes dengan alat ciptaan Tim Riset Universitas Gajah Mada itu disebut berbiaya Rp15 ribu untuk satu kali uji pada satu orang. Bisnis.com, JAKARTA – Alat pendeteksi Covid-19 buatan UGM, GeNose, disebut-sebut akan dipakai di stasiun, bandara, dan tempat umum mulai 5 Februari karena dapat mendeteksi Covid-19 dalam 10 detik. Alat pendeteksi Covid-19 berbasis embusan napas GeNose C19 yang dikembangkan oleh tim riset Universitas Gadjah Mada mendapat apresasi yang besar dari banyak pihak. Dalam waktu kurang dari 2 menit, GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19. Dikutip dari Kompas.com, Selasa (26/1), Juru bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, hari ini Satgas menerbitkan Surat Edaran Nomor 5 yang menyebutkan penggunaan GeNose untuk syarat perjalanan keretaapi.

Deteksi covid Genose

Ganjar pun langsung memesan one hundred unit GeNose untuk dibawa ke Jawa Tengah. Namun sayang, karena produksinya masih sedikit, baru 35 alat GeNose yang bisa didapatkan Ganjar. Dalam hitungan waktu tiga menit saja, hasilnya sudah keluar dan Ganjar dinyatakan negatif.

Untuk bisa memvalidasi akurasi mesin ini harus ada uji diagnostik atau uji klinis. Pasien yang menjadi peserta uji deteksi COVID-19 dengan GeNose juga dilakukan tes molekuler RT-PCR untuk melihat keakuratannya. Pilot project profiling dan validasi GeNose telah dilakukan di ruang isolasi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Yogyakarta. Selain itu, gerakan 3M tetap perlu dilakukan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak untuk meminimalkan penyebaran virus corona baru. Soal kecepatan GeNose C19 pun tidak perlu diragukan karena mampu mendeteksi virus dalam tubuh manusia dalam waktu cepat, yaitu kurang dari 2 menit. Alat ini memang menjadi inovasi pertama di Indonesia yang mampu mendeteksi Covid-19 hanya melalui hembusan nafas.

Saat ini GeNose C19 menjadi primadona yang digadang dapat digunakan secara masif untuk mobilitas orang di dunia pariwisata. Hal ini dikarenakan kehadiran GeNose C19 yang sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat melakukan aktivitas wisata ke destinasi. Sedangkan untuk masa berlaku hasil negatif tes GeNose C19 tidak berubah, tetap maksimal 1×24 jam dari pengambilan sampel.