Tes Genose, Apa Bedanya Dengan Fast Dan Pcr Test?

Sementara itu, Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat , Hermawan Saputra menyambut baik kehadiran GeNose sebagai hasil penelitian dan kajian anak bangsa yang patut diapresiasi. Namun, dia melihat alat ini punya kelemahan jika digunakan untuk tes massal di sejumlah simpul transportasi. Alat pendeteksi infeksi virus corona, GeNose, ini menjadi inovasi menarik dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19 yang hampir setahun melanda dunia. KOMPAS.com- GeNose, alat pendeteksi virus corona penyebab Covid-19 yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gadjah Mada tengah menjadi perhatian publik. Masih dari Harian Kompas, berbeda dengan alat deteksi Covid-19 lainnya, GeNose menggunakan embusan napas untuk penentuan infeksi Covid-19 atau tidak. Alat skrining COVID-19, GeNose, diketahui sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan sebagai salah satu alat untuk mendeteksi virus Corona.

Di samping kontroversinya yang sempat ramai diperbincangkan dan pernyataan dari salah satu penelitinya, tes yang satu ini punya kelebihan dibanding tes antigen dan PCR , yaitu tidak pakai tusuk-tusuk hidung alias swab. Adapun pengguna atau pasien yang Slot Online Terbaik akan menggunakan GeNose juga disarankan tidak mengkonsumsi apapun setengah jam sebelum tes pengetesan. “Sejauh ini, masih PCR yang masih gold standard-nya. Soalnya pemeriksaan ini spesifik dan sensitif untuk virus SARS-COV-2,” dia menuturkan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai pemerintah terburu-buru menerapkan GeNose C19 sebagai alat pedeteksi Covid-19. Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai pemerintah terburu-buru menerapkan GeNose C19 sebagai alat pedeteksi Covid-19. “Hal ini juga membutuhkan peran dan dukungan masyarakat, khususnya dalam disiplin menjalankan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, sejumlah operator terminal bus umum di DKI Jakarta tengah menantikan pengadaan alat pendeteksi GeNose. Tim berharap bila ada 1.000 unit kelak maka akan mampu melakukan tes sebanyak 120 ribu orang sehari. Bila ada 10 ribu unit sesuai target di akhir Februari, maka Indonesia akan bisa menunjukkan jumlah tes Covid-19 per hari terbanyak di dunia, yakni 1,2 juta orang per hari. Dia mengatakan, kalau ingin mengetahui efektivitas GeNose, yang harus dilakukan adalah clinical trial. Walaupun GeNose hanya alat, orang sering menyangka scientific trial itu hanya pada obat dan vaksin, padahal untuk alat juga sebenarnya harus dilakukan medical trial.

Ini juga buatan Indonesia,” kata dia saat meninjau uji cona pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Kuwat mengungkapkan, hal tersebut dikarenakan GeNose merupakan alat kesehatan sehingga tidak dapat digunakan di sembarang tempat, seperti memiliki sirkulasi udara yang baik. Sebelum menggunakan layanan tersebut, terdapat syarat-syarat yang perlu pelanggan kereta api ketahui agar hasilnya akurat. Selain itu, Kemenhub juga akan mengirimkan surat edaran kepada operator transportasi mengenai penggunaan GeNose.

Kelemahan genose sebagai deteksi covid

Melalui SE tersebut, maka tes COVID-19 menggunakan GeNose diperbolehkan di semua moda transportasi umum sebagai syarat perjalanan. Pelayanan tes dengan alat deteksi buatan UGM itu rencananya tersedia di stasiun, bandara hingga pelabuhan mulai 1 April 2021. Dian Kesumapramudya menjelaskan pemeriksaan GeNose dianjurkan saat pagi hari seoptimal mungkin 6 jam setelah sahur.

Berbeda dengan alat untuk mendeteksi COVID-19 yang lebih dulu digunakan, GeNose mengusung teknologi artificial intelligence yang dikembangkan di Universitas Gadjah Mada . Penggunaan teknologi AI tersebut digunakan untuk mendeteksi partikel atau VOC yang dikeluarkan oleh pasien terinfeksi COVID-19. Menurut para ahli yang terlibat dalam pengembangannya, tes Corona ini memiliki sensitivitas sebesar 92 persen. Peneliti mengatakan, hasil menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi, yakni ninety seven persen. GeNose akan melalui uji klinis yang dilakukan bertahap dan tersebar di sejumlah rumah sakit. “Hasil penelitian profesor ahli kimia, bila keluar angka zero.60 keatas, maka pasein dinyatakan positif terpapar virus corona.

Terminal Terpadu Pulogebang akan menjadi terminal pertama yang diprioritaskan untuk pengadaan alat GeNose. “Pemerintah memberikan apresiasi kepada tim GeNose dari Universitas Gajah Mada yang sudah bekerja keras untuk menciptakan inovasi ini dan membantu pemerintah dalam melakukan upaya 4T ,” ujar Luhut. Ini sesuai arahan pemerintah dan semua ahli kesehatan, agar mobilitas ditekan dulu, tapi jika memang memerlukan melakukan perjalanan, GeNose mungkin bisa menjadi salah satu solusi.