Tingkatkan Tracing, Pemprov Jateng Beli Alat Pendeteksi Genose C19

Melihat efektivitas alat tersebut, Menteri Riset Tekonologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro berpesan agar ke depan alat ini bisa diteliti lebih lanjut dari sisi submit marketing. Kuwat menyebutkan bahwa sementara GeNose sudah mampu mendeteksi pasien Covid-19 lebih awal, yakni 2 hari dari terpapar, dibandingkan dengan tes PCR yang baru bisa mendeteksi setidaknya 3-5 hari setelah terpapar. Ketua Tim Pengembang GeNose C19 UGM Kuwat Triyana mengatakan, uji klinik sudah dilakukan pada orang negatif dan positif Covid-1 di ruang rawat inap, rawat jalan, dan skrining bebas.

Pada studi ini, VOC dari ninety eight pasien yang telah di diagnosa berbagai penyakit seperti asma, COPD, pneumonia akibat bakteri serta kondisi jantung dikumpulkan serta dianalisis menggunakan GC-MS. Analisis statistik mengidentifikasi gugus kimia seperti aldehid, keton, serta metanol merupakan senyawa yang membedakan COVID-19 dengan kondisi medis lainnya. Penelitian yang dilakukan di Edinburgh dan Dortmund memberikan hasil (sensitivitas/spesifitas) secara berurutan sebesar 82,4%/75% serta 90%/80%).

Hasilnya akan adiketahui dalam kurun waktu yang cepat kurang dari lima menit. Hal ini dapat terjadi karena sampel yang diambil tidak cukup, tercemar, atau kualitasnya menurun akibat penyimpanan yang tidak baik atau penanganan yang buruk. Meskipun demikian, mereka yang bergejala perlu diasumsikan dapat menularkan virus pada 10 hari pertama sepanjang gejala penyakit mulai muncul. Asumsi yang sama juga perlu diberikan kepada mereka yang tidak bergejala selama 10 hari setelah hasil tes swab menunjukkan hasil positif.

Disarankan untuk tidak melakukan aktivitas makan minum dulu selama 30 menit sebelum pemeriksaan dilakukan. Untuk mengetahui hasilnyPPCR membutuhkan waktu 2-3 hari, sedangkan genose hanya buktu waktu sekitar 5 menit. Iapun mengatakan masing-masing aplikasi memiliki cara deteksi yang berbeda. Sementara genose melalui napas yang di masukkan ke dalam kantung khusus,” jelasnya kemudian.

Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan harapan beliau agar GeNose C19 dapat memutus penyebaran Covid-19 dengan keunggulan dari segi biaya, efektifitas dan akurasi. Kuwat Triyana,M.Si.; dan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Universitas Gadjah Mada. Acara ditutup dengan simulasi penggunaan GeNose C19 yang dipimpin oleh dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc, Ph.D, Sp.A dengan contoh subyek dr. Rukmono Siswishanto, Sp.OG, M.Kes., MPH. Menurut Hammam, bus laboratorium itu dapat menjangkau daerah yang diketahui memiliki tingkat paparan tinggi sehingga dapat mempercepat tes yang akurat. GeNose C19 ialah hasil produksi massal batch pertama yang didanai BIN dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan. Nantinya biaya tes dengan GeNose C19 terbilang murah dengan kisaran Rp15 ribu-Rp25 ribu.

Efektivitas deteksi covid dari Genose

Wakil Rektor UGM Bidang Kerjasama dan Alumni Prof. Paripurna dalam penjelasannya mengatakan bahwa alat yang berbasis kecerdasan artifisial ini memiliki spesifitas dan sensitivitas yang tinggi serta yang terpenting adalah non-invasif. “Parameter tidak bisa berubah lalu kita membuat banyak dan uji diagnostik, setiap tahapannya diuji. Jadi menjelang izin edar uji diagnostik Pre matket, sekarang ini uji diagnostik Post market, Selanjutnya sekarang akan ada uji independen di RS Andalas Padang. Setelah itu pak Menteri Perhubungan menempatkan GeNose di Stasiun”, jelasnya.

Luhut juga mengapresiasi GeNose sebagai alat deteksi COVID-19 dengan kelebihan seperti cepat, harga yang relatif lebih murah dengan akurasi di atas ninety persen. Luhut hanya menyarankan agar plastik yang dipakai merupakan bahan daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan. Namun selebihnya, Luhut mengungkap harapan agar GeNose bisa segera diedarkan di berbagai titik strategis lain seperti hotel, mal, hingga RT/RW. Menurut uji coba yang sudah dilakukan KAI, dalam kondisi keramaian normal Judi Online seorang penumpang hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk mengikuti seluruh proses pemeriksaan. KAI berharap, proses yang sederhana dan murah ini akan mengembalikan animo masyarakat menggunakan kereta api untuk perjalanan mereka. Biaya pemeriksaan menggunakan GeNose hanya Rp 20 ribu, jauh lebih murah dari metode lain.

Akurasi alat yang mendeteksi gejala awal Covid melalui hembusan napas ini berkaitan dengan banyak hal, mulai dari sensitivitas dan kondisi yang mempengaruhinya. “Akurasi deteksi alat itu sampai saat ini persen,” ujar Kuwat, Ahad, 27 Desember 2020. Selanjutnya GeNose lolos komite etik UGM, kemudian mendapat izin edar dari Kemenkes. Hasil pemeriksaan GeNose C19 ini akan keluar dalam waktu sekitar tiga menit.

Penelitian akan dilakukan menggunakan information primer maupun sekunder di daerah produksi kedelai di Jawa maupun Luar Jawa. Menteri Perhubungan mengimbau kepada masyarakat yang akan bepergian menggunakan transportasi kereta api dan bus agar tidak memaksakan diri untuk berangkat jika merasa tidak enak badan atau sakit. Tes GeNose untuk transportasi bus pertama akan dilaksanakan di terminal bus Pulo Gebang, Jakarta, dan saat ini sedang proses pembelian a hundred alat GeNose yang akan segera didistribusikan ke daerah-daerah.

Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Hermawan Saputra menilai secara teknis penggunaan GeNose menjadi kurang efektif dengan prasyarat tersebut. GeNose C19 telah menjalani uji profiling di RS Bhayangkara Polda DIY dan Rumah Sakit Lapangan Khusus covid-19 Bambanglipuro, Bantul dengan akurasi sistem lebih dari ninety five persen. Hasilnya, dalam waktu sekitar dua menit GeNose C19 bisa mendeteksi apakah orang yang diperiksa positif Covid-19 atau tidak. Jadi, masyarakat yang akan diperiksa, akan diminta mengembuskan napas ke tabung khusus. GeNose C19 mendeteksi corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound . “Negara bagian Queensland saja yang sudah ketat dengan PCR tidak ada fast take a look at malah, tapi tetap bobol, sekarang mulai lockdown untuk melakukan 3T, ini harus saya ingatkan bahwa ini berbahaya dan beresiko,” tutup Dicky.