Ugm Ciptakan Genose, Alat Pendeteksi Covid

Sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi anak bangsa dan menekan biaya penumpang transportasi, Kementerian Perhubungan pun mewajibkan moda kereta api memasang GeNose mulai 5 Februari 2021. Liputan6.com, Jakarta – Alat bernama GeNose C19 disebut dapat mendeteksi virus Corona Covid-19 dengan cara mudah dan biaya yang murah. Mengutip publikasi UGM, GeNose merupakan electronic nostril yang tersusun atas empat bagian, yaitu sistem sampling, sistem larik sensor gasoline, sistem akuisisi information dan sistem pengenal pola. Cara kerja alat tersebut sama dengan hidung manusia, yaitu harus dilatih dan diuji.

Masalah baru muncul, Presiden Rodrigo Duterte menduga harga Sansure terlalu mahal. “Harga wajarnya 1,seventy five juta peso , tapi pemerintah harus mengeluarkan ongkos sebesar 4 juta peso per unit,” tuturnya seperti dikutip CNN Philippines. Santo pun berkeinginan untuk membawa alat ini ke Indonesia untuk membantu pemerintah menekan laju penyebaran COVID-19 yang semakin hari terus bertambah kasusnya. Namun sayangnya, ia belum mendapatkan izin atau persetujuan dari regulator kesehatan Indonesia.

Tes RT Lamp merupakan tes molekuler dalam kategori NAAT yang sama dengan RT PCR dan Tes Cepat Molekuler . Itu artinya, sebagai tes molekuler, akurasi metode RT Lampini jauh lebih baik dibandingkan fast check antigen yang mendeteksi Daftar Slot Terpercaya protein virus. SCI adalah unit riset di bawah PT Kalbe Farma yang melakukan pengembangan RT Lamp Saliva. Selain itu, RT Lamp juga memakai pendekatan pengambilan sampel yang nyaman yaitu orang yang akan dites cukup mengeluarkan liur/ludahnya ke dalam tabung sampel.

Menurut Santo Purnama jika semua orang bisa melakukan tes secara mandiri, maka risiko lonjakan kasus bisa ditekan. Doluca mengatakan bahwa selama pandemi, banyak perusahaan bioteknologi mengembangkan alat diagnostik. Ilmuwan Turki mengembangkan alat pendeteksi varian baru Covid-19 yang berasal dari Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil. Dengan harganya yang terjangkau, diharapkan GeNose bisa membantu meringankan masyarakat dalam memenuhi persyaratan untuk bepergian jauh, yang selama ini harus menggunakan Rapid Test dan Tes Swab Antigen. Kereta api menjadi pilihan pertama untuk penggunaan GeNose karena ketera api sering menjadi pilihan transportasi bagi semua elemen maysrakat.

Indonesia mengeluarkan alat deteksi covid

Posisi GeNose C-19 adalah untuk meningkatkan keamanan saat masyarakat beraktivitas dan bukan untuk mempermudah kerumunan maupun mobilitas masyarakat. Kuwat menyebut, tingkat akurasi dari GeNose bisa mencapai 95 persen. Dengan menggunakan Genose, virus corona dapat dideteksi melalui hembusan napas.

Perekrutan sukarelawan sebaiknya juga menargetkan mahasiswa S-1 semester akhir atau mereka yang sudah lulus, tetapi belum bekerja. Kendati ide tentang pelatihan mulai dipraktikkan, jumlah laboran yang dibutuhkan untuk pengujian COVID-19 belum diketahui secara jelas. Gugus Tugas COVID-19 pun hingga akhir Mei 2020 masih meraba-raba dan terus berkomunikasi dengan daerah mengenai jumlah tenaga yang diperlukan. Kesulitan ini terjadi karena ketiadaan sistem pencatatan terpadu yang mendata kekurangan SDM di masing-masing wilayah. Pengembangan sistem seperti ini sangat penting untuk perencanaan dan pendistribusian tenaga teknisi yang diperlukan. Dengan adanya sistem yang terintegrasi, pembuat kebijakan dapat mengetahui wilayah yang masih kekurangan personel dan memfokuskan perekrutan serta pelatihan sukarelawan di daerah masing-masing.

Semestinya kesiapan sebuah daerah dipastikan terlebih dahulu sebelum laboratorium di suatu daerah ditetapkan menjadi laboratorium pemeriksaan. Namun, kenyataannya, surat keputusan mengenai penambahan laboratorium pemeriksaan tersebut terlihat seperti harapan semu karena laboratorium yang terdaftar tidak bisa langsung beroperasi. Selain itu, muncul kesan bahwa penunjukan atau penetapan tersebut dilakukan Kementerian Kesehatan tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan kepala daerah yang bersangkutan. Pandemi COVID-19 menguji kekuatan sistem kesehatan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tidak sedikit permasalahan kesehatan yang sebelumnya tak terlihat kini mendapat perhatian khusus untuk segera diselesaikan.

Prioritas kita adalah bagaimana bisa mengatasi dan mengendalikan pandemi ini, untuk itu masyarakat harus mengikuti arahan dari pemda, pengelola wisata agar pandemi ini bisa cepat berakhir,” katanya. Sementara itu, salah satu wisatawan Eropa Alexandra Strelchenko yang dijumpai saat mengantri untuk melakukan proses genose mengaku sangat senang dengan proses testing genose yang sangat mudah dan cepat. Sehingga mempermudah proses untuk menuju tahapan selanjutnya di dalam bandara. “Saat ini desa wisata menjadi alternatif kunjungan wisatawan berbasis alam terbuka dan budaya.