Alat Tes Baru Buatan Jepang Deteksi Corona Dalam 10 Menit

Sistem aplikasi GeNose terhubung dengan sistem cloud computering sehingga hasil prognosis yang didapatkan dalam bentuk actual time. “Untuk saat ini kemampuan produksi optimum sekitar 50 ribu unit per bulannya,” ungkapnya. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut uji validasi GeNose masih perlu ditingkatkan. Kemenkes melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan akan ikut membantu dalam uji validasi ini. Luhut mengimbau GeNose untuk digunakan di banyak area publik karena sudah mendapatkan emergency use of authorization dan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Setelah di stasiun kereta dan beberapa pelabuhan, pemerintah mulai menggunakan GeNose sebagai alat deteksi Covid-19 di empat bandara. Sebelumnya, calon penumpang dapat menunjukkan hasil negatif speedy test antigen atau actual time polymerase chain reaction (RT-PCR) sebelum diperbolehkan naik pesawat. Tim peneliti GeNose, Kuwat Triyono, menjelaskan kemampuan mendeteksi virus corona baru dalam tubuh manusia melalui alat ini cepat. Tidak kurang dari dua menit hasil tes sudah dapat diketahui apakah positif atau negatif Covid-19.

Alat baru untuk deteksi covid

Sementara sensitif berarti alat itu bisa mendeteksi virus dalam kadar yang sedikit sekalipun. Alat yang nama panjangnya Gadjah Mada Electronic Nose ini diklaim mampu mendeteksi virus COVID-19 dalam waktu cepat, sekitar 80 detik saja. Orang yang dites cukup mengembuskan nafas dan sensor dengan kecerdasan buatan akan mengidentifikasi apakah terdapat Volatile Organic Compound .

Penguasaan konsepbig datadengan kecerdasan artifisial menjadi kunci dari akurasi GeNose,” tambah Menteri Bambang. Sementara itu Diagnos tahun ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 21,1 persen dan EBITDA sebesar 28 persen. Sedangkan realisasi pertumbuhan pendapatan 2020 mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2019. Adapun jenis pemeriksaan Anti SARS CoV-2S Quantitative ini akan melengkapi produk pemeriksaan dan tes yang telah tersedia di Diagnos sebanyak four hundred jenis pemeriksaan. Pengujian GeNose lanjut Kuwat sudah dilakukan berkali-kali dengan ribuan orang yang berbeda.

Menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak tidak boleh dilalaikan untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari risiko tertular virus corona. Rapid check antigen Slot Online Indonesia menggunakan sampel lendir di tenggorokan dan hidung. Pengambilan sampelnya harus dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional untuk menjamin akurasi sampel yang diambil. GeNose C19 mendeteksi corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound .

Caranya, Ia menghembuskan nafas dan dimasukkan ke kantong plastik khusus yang disiapkan. Setelah itu, kantong plastik berisi nafas Ganjar itu dimasukkan ke alat GeNose C19 yang terkoneksi dengan laptop computer. Dalam hitungan tiga menit saja, hasilnya sudah keluar dan Ganjar dinyatakan negatif. Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, sesuai arahan Menkomarvest untuk mendorong penggunaan alat GeNose pada transportasi umum, Kemenhub telah berkoordinasi dengan Kemenkes, UGM, dan Satgas Penanganan Covid-19.

“Pemerintah memberikan apresiasi kepada tim GeNose dari Universitas Gajah Mada yang sudah bekerja keras untuk menciptakan inovasi ini dan membantu pemerintah dalam melakukan upaya 4 T ,” katanya. Ketika hasil tes menyatakan negatif, maka bisa diindikasikan seorang tidak mengidap Covid-19. Ketika hasilnya dinyatakan positif, maka kemudian diberikan rujukan untuk melakukan konfirmasi dengan menjalani tes PCR.

Wakil Rektor UGM Bidang Kerjasama dan Alumni Prof. Paripurna dalam penjelasannya mengatakan bahwa alat yang berbasis kecerdasan artifisial ini memiliki spesifitas dan sensitivitas yang tinggi serta yang terpenting adalah non-invasif. Ganjar pun mengusulkan agar Indonesia menerapkan GeNose C19 sebagai alat uji resmi COVID-19. Ia membayangkan, jika semua Puskesmas di Indonesia memiliki alat ini, maka proses tracing akan semakin cepat dan para surveilans yang bekerja di lapangan akan sangat terbantu dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Dalam waktu kurang dari 2 menit, GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19. Alat ini merupakan alat screening Covid-19 melalui bau keringat ketiak hasil inovasi guru besar ITS. GeNose terhubung dengan sistem cloud computing agar mendapat hasil prognosis yang actual time. GeNose buatan UGM juga diklaim mampu bekerja paralel melalui proses prognosis yang terpusat di dalam sistem. Selanjutnya, apakah alat ini dapat menggantikan tes PCR atau swab untuk mengecek infeksi COVID-19?

Pakar Biologi Molekuler Ahmad Rusdan Handoyo salah satu individu yang menunggu laporan tersebut. Namun, kata Bambang, virus ini tidak menimbulkan keparahan penyakit yang lebih. Dikutip dari liputan6.com, Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan mengatakan, implementasi GeNose akan dimulai di setiap stasiun KA pada 5 Februasi 2021. Pola VoC orang yang didalam tubuhnya terdapat virus Covid-19 dan orang yang sehat akan berbeda. Alat yang dilengkapi dengan 10 sensor utama ini mampu mengukur perbedaan kadar VoC dengan lebih delicate.