Indonesia Mengeluarkan Alat Deteksi Covid

Tak perlu khawatir, jika biasanya tes Covid-19 dibutuhkan biaya ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah, tes Covid-19 dengan GeNose hanya butuh biaya Rp20 ribu. GeNose menjadi harapan dalam pelaksanaan tracing dan monitoring Covid-19 di Indonesia, di samping penggunaan rapid check dan PCR. Alat ini bahkan sudah diuji coba di fasilitas umum, seperti stasiun kereta api. Sebagai gambaran saja, untuk tes Covid-19 dengan rapid test antigen yang ditawarkan oleh KAI dikenakan biaya Rp a hundred and five ribu. COVID-19 atau coronavirus disease-19 semakin hari semakin banyak ditemukan di Indonesia.

Minggu (02/02), sebanyak 238 WNI tiba di Pangkalan Udara Raden Sajad, Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Ada 7 orang yang batal diterbangkan ke tanah air karena sejumlah alasan – 4 orang mengundurkan diri dan 3 orang lainnya tidak lolos pemeriksaan Cina. Presiden Jokowi Slot Online Indonesia sebut Natuna dipilih sebagai tempat observasi karena dinilai sebagai pulau yang paling siap. Kamboja mengonfirmasi kasus pertamanya, sementara Mongolia menutup perbatasannya bagi kendaraan dari Cina. Rusia juga menutup perbatasan dengan Cina di tiga wilayah bagian timur.

Pemerintah menetapkan standar baku bahwa pasien dinyatakan positif Covid-19 bila pada sampel lendir tenggorokannya ditemukan virus SARS COV-2, nama resmi kuman penyebab Covid-19 ini. Pemeriksaan dilakukan secara molekuler dengan piranti PCR yang presisinya bisa diandalkan. Rapid tes antigen dilakukan dengan metode swab dari hidung atau tenggorokan. Alat akan mengambil sampel antigen atau protein yang dikeluarkan oleh virus corona. Alat akan mendeteksi keberadaan protein tersebut untuk mengetahui ada atau tidaknya virus. Oleh karena itu, perlu dilakukan tes cepat yang kedua kalinya dalam 7 – 10 hari jika hasilnya negatif.

Cara kerjanya sangat simpel dan waktu yang dibutuhkan sangat cepat, yakni maksimal tiga menit. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bertolak ke Yogyakarta untuk melihat pembuatan alat pendeteksi Covid-19 karya Universitas Gadjah Mada GeNose C19, Selasa 5 Januari 2021. Tak hanya melihat, Ganjar juga langsung menjajal produk alat pendeteksi Covid-19 dengan tingkat akurasi ninety seven persen itu.

Indonesia mengeluarkan alat deteksi covid

Swab PCR merupakan metode yang juga dilakukan dengan cara swab di hidung dan tenggorokan untuk mendeteksi semua bagian virus, berbeda dengan antigen yang hanya bagian luar. Sampel akan dianalisis di laboratorium untuk memeriksa materi genetika virus. GeNose C19 sendiri adalah pendeteksi virus corona yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gajah Mada. Perangkat ini sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. mendeteksi RNA virus corona di sampel dahak atau lendir yang diperiksa, hasilnya dikatakan positif.

Namun demikian, untuk dinas atau perjalanan ke luar negeri, Anda harus melihat lagi kebijakan masing-masing negara. Artinya, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membayar alat deteksi COVID-19. Sedangkan PT Mastindo, yang mendatangkan Sansure, menyatakan tak mengetahui informasi tentang banyak negara yang melaporkan penarikan alat tes ini karena tingkat akurasinya rendah. “Kami mendatangkan alat ini berdasarkan penunjukan BNPB,” ucap Djoko Suyanto, perwakilan sementara manajemen PT Mastindo. “Pemahaman kami, BNPB sudah mengecek dan mengetes alat PCR tersebut.” Kami sudah mengubungi Sansure Biotech untuk meminta konfirmasi, namun perusahaan yang berbasis di Hunan, Cina, ini tak merespons.

Kedua speedy test sama-sama menghasilkan hasil yang cepat dalam waktu kurang lebih 30 menit. Perbedaannya, fast tes antigen mendeteksi keberadaan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, bukan mendeteksi antibodi tubuh terhadap penyakit Covid-19. Untuk mendeteksi virus corona pada pasien di Indonesia, pemerintah menggunakan dua metode, yakni rapid test dan swab tenggorokan.

Ditegaskan Doni dalam edaran tersebut, maksud SE ini adalah untuk memperpanjang masa berlaku penerapan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan orang di dalam negeri dalam masa pandemi COVID-19. Kekurangannya, hasil rapid test tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis Covid-19. Pasien yang positif rapid test harus melalui pemeriksaan lanjutan dengan metode swab.