Layanan Tes Genose C19 Kini Tersedia Di Bandara Internasional Kualanamu Dengan Biaya Rp 40 Ribu

Sementara itu untuk penapisan, tes yang digunakan mulai dari speedy tes antibodi, rapid tes antigen, dan Genose dengan hembusan nafas. Kementrian Perhubungan telah memesan 200 unit GeNose yang 70 unit di antaranya khusus untuk dermaga penyeberangan. Alat deteksi Covid-19 itu ditargetkan dapat dioperasikan di dermaga seluruh Indonesia pada Maret 2021. Pengembangan massal GeNose dilakukan dengan kerjasama dari tim peneliti UGM dan didanai oleh Badan Intelijen Negara serta Kementerian Riset dan Teknologi .

Kamu dapat melakukan tes GeNose di bandara dan pelabuhan sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia. Untuk mendapatkan hasil maksimal, GeNose tidak bisa diperlakukan sembarangan. Menurut konferensi daring di UGM Science Techno Park pada 4 Maret lalu, Dian mengatakan bahwa alatscreeningCOVID-19 buatan Indonesia ini harus ditempatkan secara tepat. Hal tersebut dipaparkan oleh Ketua Tim Pengembang GeNose, Kuwat Triyono, pada September 2020 lalu. Data yang diperoleh sensor kemudian diolah oleh AI dan ditampilkan ke layar dalam bentuk kurva dan dua angka desimal.

Deteksi covid Genose

GeNose membutuhkan waktu sekitar 2−3 menit untuk mendeteksi ada tidaknya VOC yang bisa menandakan COVID-19. Satu unit alat GeNose diperkirakan mampu melakukan sekitar 120 kali pemeriksaan per harinya. Dengan biaya tes yang relatif jauh lebih murah dan hasil akurat, GeNose menjadi primadona baru di sejumlah stasiun KAI. PT Sigma Andalan Nusa, perusahaan grup yang bergerak di bidang kesehatan, klinik dan laboratorium yang beralamat kantor di Komplek Mega Grosir Cempaka Mas, Blok M1 No. 42-43, Jl. Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, menjadi salah satu distributor resmi yang ditunjuk UGM untuk memasarkan alat deteksi Covid-19 tersebut ke seluruh Indonesia. GeNose C19 merupakan alat buatan Universitas Gadjah Mada untuk mendeteksi Covid-19 melalui hembusan napas.

Hasil pemeriksaan GeNose C19 ini akan keluar dalam waktu sekitar tiga menit. Ganjar pun mengusulkan agar Indonesia menerapkan GeNose C19 sebagai alat uji resmi COVID-19. Ia membayangkan, jika semua Puskesmas di Indonesia memiliki alat ini, maka proses tracing akan semakin cepat dan para surveilans yang bekerja di lapangan akan sangat terbantu dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. “Saya mau beli a hundred, tapi baru dapat 35 unit. Ternyata ini baru 10 hari berproduksi karena izin edar baru keluar. Saya ke sini untuk melihat seperti apa kondisinya, sekaligus saya ngetes sendiri tadi bagaimana cara kerjanya,” kata Ganjar. GeNose dan CePad, lanjut Bambang, dikategorikan sebagai alat untuk melakukan skrining atau deteksi cepat, terhadap keberadaan Covid-19 pada seseorang. Pengguna perlu tahu, disarankan sebelum menggunakan GeNose ini, seseorang tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan beraroma keras seperti jengkol, durian, hingga kopi.

Keduanya adalah metode skrining untuk mendukung pelaksanaan 4T yang dilakukan pemerintah, utamanya untuk meningkatkan kapasitas testing harian. “Sejauh ini, masih PCR yang masih gold standard-nya. Soalnya pemeriksaan ini spesifik dan sensitif untuk virus SARS-COV-2,” dia menuturkan. Sampai saat ini, uji profiling GeNose sudah dilakukan dengan memakai 600 sampel information valid di RS Bhayangkara dan RS Lapangan Khusus COVID-19 Bambanglipuro, Yogyakarta. Setelah napas seseorang diambil, sensor-sensor GeNose akan menginderanya. Kemudian, data Judi Online yang didapat diolah dengan synthetic intelligence untuk pendeteksian serta pengambilan keputusan. Selanjutnya, apakah alat ini dapat menggantikan tes PCR atau swab untuk mengecek infeksi COVID-19?