Menristek Dukung Penggunaan Alat Deteksi Covid

Bambang menjelaskan, tes diagnostik Covid-19 dengan sampel air liur ini menggunakan metode Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification . TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Alat tes Covid-19 yang menggunakan air liur, RT Lamp Saliva, dapat mendeteksi varian baru virus corona dari Inggris yang dikenal sebagai B117. Alat tes Covid-19 yang menggunakan air liur, RT Lamp Saliva, dapat mendeteksi varian baru virus corona dari Inggris yang dikenal sebagai B117. Sebab, pengambilan sampel hanya dibutuhkan kontainer steril dan tidak diperlukan tenaga kesehatan dengan pelatihan khusus swab.

Pengenalan alat tes ini akan diberikan biaya lebih murah hingga akhir Maret. Jika ada kemungkinan kontak langsung dengan orang yang diketahui positif virus, segera lakukan tes ke rumah sakit. Dokter akan menjelaskan segala kemungkinan yang akan terjadi setelah adanya kontak langsung. Serangkaian tes virusakan dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya virus di tubuh. Tujuan tes ini juga untuk mendeteksi siapa saja yang berpotensi menularkan virus Corona.

Hanya saja, alat yang digunakan dalam metode RT-PCR bernama thermocycler harganya bisa mencapai ratusan juta. Karena harganya mahal maka tidak semua alat atau rumah sakit mempunyai alat ini dalam metode pengujian PCR. Pola RT-LAMP Saliva cukup meludahkan air liur ke dalam ampul atau kontainer yang tersedia di produk itu. US Food and Drug Administration telahmemberikan Otorisasi Pengunaan Darurat untuk penggunaan tes berbasis salivasejak bulan Agustus 2020 lalu. Dalam kasus tersebut, sebuah tim dari Yale School of Public Health mengembangkan alat yang disebut dengan SalivaDirect. Selanjutnya hasil yang didapatkan cepat, kurang dari 9 jam atau memungkinkan pasien menerima hasil di hari yang sama.

Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Bambang Brodjonegoro mengapresiasi hal tersebut. Sebab menurut dia, tes diagnostic Covid-19 dengan sampel air liur ini menggunakan metode Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification yang dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan materials genetik dari virus SARS CoV-2. Akterono mengatakan sampel saliva tidak membutuhkan alat khusus dan tidak menimbulkan risiko muntah atau hidung sensitif sehingga sangat memudahkan bagi anak-anak atau orang dengan hipersensitif. Namun, syarat untuk mendapatkan hasil tes akurat adalah orang yang dites harus berpuasa atau tidak boleh makan makanan beraroma tajam setidaknya setengah jam sebelum pengetesan. Rapid test dapat memunculkan hasilfalse positive/negative, sedangkan swab take a look at akurat namun bersifat invasif untuk pengambilan sampelnya. Oleh sebab itu, untuk mempercepat dan mengefisienkan diagnosis, peneliti mengembangkan cara lain untuk pendeteksian COVID-19.

Selain itu, sampel air ludah dapat diambil sendiri tanpa bantuan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, tes dengan sampel air ludah dapat meminimalkan kontak sehingga dapat meminimalkan risiko terpapar virus . Namun, deteksi SARS- CoV 2 dengan air ludah keakuratannya ditentukan oleh cara pengambilan sampel.

Kepraktisan tes ini karena hanya menggunakan container steril dan tidak memerlukan tenaga kesehatan dengan pelatihan khusus swab. Proses kerja laboratoriumnya pun menggunakan metode Slot Online Terbaik molekuler dengan peralatan sederhana yang umum tersedia. Menteri Riset dan Teknologi Bambang PS Brodjonegoro mendukung penggunaan alat tes diagnostik Covid-19 dengan sampel ludah.

Alat deteksi Covid dari air liur

Menteri Bambang meminta Kalbe Farma tetap terus melakukan post marketing survey untuk membandingkan akan pengamatan pengujian validitas RT LAMP Saliva, dimana membandingkan hasil tes RT LAMP Saliva dengan tes Swab RT-PCR yang merupakan gold standard. Mengingat sampel air liur yang stabil hingga 24 jam bila disimpan dengan kantong es atau pada suhu ruang. Ini membuktikan dan mendeteksi tidak ada perbedaan konsentrasi pada saat pengumpulan, delapan jam atau 24 jam setelahnya.

“Cara pengambilan sampelnya yang hanya dari saliva , memberikan kenyamanan dan kepraktisan yang tidak pernah dibayangkan jika dibandingkan dengan tes Covid-19 yang sudah tersedia saat ini,” kata Akterono. Pemeriksaan dengan RT Lamp Saliva juga cukup singkat hanya memakan waktu 1,5 jam dengan harga lebih ekonomis yaitu setengah dari harga tes RT PCR. Tes LAMP Saliva disebut memiliki performa akurasi yang tinggi dengan sensitivitas hingga 94% dan spesifitas 98%. Menurutnya, RT Lamp Saliva yang dihadirkan Kalbe Farma akan menjadi bagian penting dari inovasi Indonesia dalam bidang deteksi covid-19. Menurut Bambang, terobosan ini akan mampu meningkatkan kemampuan testing dan tracing di Indonesia.