Murah, Tes Genose C19 Untuk Naik Kereta Api Hanya Rp 20 000

Kuswardojo mengatakan jumlah penumpang di stasiun kereta api Bandung tidak ada yang berbeda seperti biasanya. Hanya saja peralihan jumlah penumpang yang melakukan dari Rapid Antigen lebih banyak yang berpindah memilih untuk melakukan take a look at GeNose. BANDUNG – Stasiun Kereta Api Bandung sudah menyediakan Test GeNose, Senin (15/2).

Berdasarkan uji klinis tahap 1 yang dilakukan menggunakan 600 sampel, alat ini terbukti memiliki akurasi hingga 97%. Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19 adalah dengan meningkatkan jumlah tes. Semakin banyak orang yang menjalani tes, maka deteksi dan pemetaan penyakit bisa cepat dilakukan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, para peneliti dari Universitas Gadjah Mada membuat alat deteksi yang dimakan GeNose.

GeNose sendiri mendeteksi udara yang dihembuskan pasien Covid-19 ke dalam kantung khusus. Setelah itu, kantung dihubungkan ke GeNose untuk dianalisis oleh artificial intelligence . Bambang menuturkan hasil deteksi yang dikeluarkan oleh GeNose konsisten dengan hasil dari deteksi dengan swab PCR. Diketahui, setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN, untuk didistribusikan.

Dari kantung plastik itu, hawa dari paru orang tersebut disedot dengan pompa kecil dan masuk ke boks Ge-Nose yang ukurannya tak lebih besar dari boks kardus makan siang. Dalam tempo eighty detik, hasil pemeriksaan sudah terpampang di layar laptop computer KONG4D yang terhubung dengan boks Ge-Nose tersebut. Itu pun merupakan penumpang yang tidak bisa menggunakan GeNose C19 karena mereka mengambil nomor antrean secara mendadak.

Para peneliti Indonesia pun tak kalah kreatif dan inovatif dalam menemukan alat-alat untuk penanganan. TEMON – PT Angkasa Pura I menggelar simulasi tes Covid-19 menggunakan GeNose di Yogyakarta Internasional Airport , Kamis (18/3). Meski demikian, belum dapat dipastikan kapan alat besutan UGM itu akan diaplikasikan kepada pengguna jasa penerbangan di YIA. “Tapi hasilnya cepat dan nggak mahal,” sambung Fatma dengan muka yang kini berseri. “Dari semua kelengkapannya terutama dari uji validasi membandingkan antara GeNose dengan PCR Test mereka sudah sampaikan hasilnya sangat baik di atas 90 persen,” ujarnya.

Genose murah

“Hasil pemeriksaan GeNose C19 di 23 stasiun tersebut dapat dipakai untuk keberangkatan di seluruh stasiun yang melayani perjalanan KA Jarak Jauh,” imbuhnya. Selain itu, dari bentuk alat pemeriksaan, ditegaskannya GeNose sudah dibuat standarisasi dan bentuknya sudah lebih kecil dari sebelumnya dengan dilengkapi Artificial Intelligence untuk mendeteksi COVID-19 dari hembusan nafas. Menurut Bambang, pada dasarnya alat tersebut sudah siap untuk diproduksi masal maupun di pakai. Namun, masih ada satu tahap akhir pengujian di Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan izin edar.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan semua puskesmas dan fasilitas kesehatan di Jateng akan diberi GeNose C19, alat pendeteksi COVID-19 dengan embusan napas. Penumpang Kereta Api lebih memilih pemeriksaan tes COVID-19 menggunakan GeNose C19. Penumpang KAI, Arif Maalif mengaku memilih tes GeNose C19 karena tingkat akurasi dan perbandingan harga lebih murah.

Tentunya, ini sebuah terobosan dan berbeda dengan metode tes yang sekarang digunakan, yakni polymerase chain response dan fast tes. Jika hasil menunjukkan positif Covid-19, penumpang bisa membatalkan perjalanan. Krisbiyanto juga menambahkan kalau mau mendapat tes GeNose hanya dengan membayar Rp 20 ribu saja. Setiap penumpang yang ingin melakukan tes ini juga harus memiliki tiket atau kode booking KA jarak jauh yang sudah lunas. Adapun harga alatnya sendiri, ditegaskannya bisa mencapai Rp 60 juta.