Syarat Naik Kereta Api Ke Luar Kota Terbaru 2021, Cek Di Sini

Mereka bisa menggunakan hasil tes RT-PCR atau antigen yang dilakukan maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Untuk di Pulau Jawa, Pelaku perjalanan udara boleh menggunakan RT-PCR dengan batas waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan. Apabila hasil tes RT-PCR atau tes cepat antigen atau tes GeNose negatif namun yang bersangkutan menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR serta isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan. Pelaku perjalanan juga boleh menggunakan surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia. Kelima, pengisian e-HAC Indonesia diimbau bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi darat umum maupun pribadi, kecuali bagi pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia. Sebagai informasi, pada masa pemberlakuan larangan mudik, pergerakan transportasi sangat dibatasi dan hanya diperbolehkan untuk keperluan pekerjaan atau urusan mendesak.

Masyarakat yang menggunakan transportasi umum atau pribadi harus mengikuti sejumlah ketentuan. Syarat-syarat tersebut di antaranya surat negatif Covid-19 yang berlaku 24 jam untuk tes usap atau swab check PCR dan swab antigen. Sedangkan untuk hasil tes GeNose, berlaku pada hari keberangkatan perjalanan.

“Para penumpang dan awak bus bisa kita berangkatkan apabila dari hasil GeNose C19 dinyatakan negatif COVID-19. Akurasi hasil pengetesan menurut informasi yang beredar itu ninety eight persen, satu tingkat di bawah PCR,” ujar Muzofar, Jumat (16/4). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi , Tjahjo Kumolo, menetapkan pembatasan mobilitas dan larangan untuk ke luar daerah serta mudik. Larangan ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah potensi peningkatan kasus COVID-19 saat Tahun Baru Imlek. Karena itu, pemerintah ingin agar potensi penularan COVID-19 bisa ditekan dan menurun dari libur panjang akhir tahun yang lalu. Ketentuan ini mencakup aturan khusus bagi warga masyarakat selama libur panjang dan libur keagamaan Imlek 2021.

Sedangkan untuk pelaku perjalanan darat, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, pelaksanaan tes acak speedy antigen akan diperpanjang khususnya di jalan nasional menuju Jabodetabek. Salah satunya adalah pelaksanaan tes acak Rapid Antigen bagi pelaku perjalanan darat untuk angkutan umum maupun kendaraan pribadi di jalan nasional menuju Jabodetabek. Eva menuturkan, jika ditemukan hasil tes positif pada calon penumpang KA Jarak Jauh yang menggunakan GeNose C19, maka akan dilakukan penanganan di ruang isolasi sementara oleh petugas kesehatan. Calon penumpang dengan hasil positif tidak diperbolehkan naik KA dan bea tiket akan dikembalikan penuh serta selanjutnya diarahkan agar melakukan pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit atau puskesmas.

Hasil tes bisa didapat melalui tes RT-PCR/rapid check antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Selain itu bisa juga melakukan tes GeNose C19 di relaxation area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan. Pengguna kendaraan pribadi juga akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah. Awalnya 3 Judi Online daerah swab, tapi hasil random dari masyarakat dari three kecamatan yang lagi tinggi-tingginya di Madura tersebut ternyata positif mulai tadi malam,” katanya. Berikut syarat perjalanan terbaru dan masa berlaku swab PCR, antigen, dan GeNose.

Tes genose untuk keluar kota

Pembatasan mobilitas, check Covid-19, disiplin 5M, vaksinasi, hingga PPKM merupakan berbagai upaya pemerintah yang sudah berjalan baik dan perlu terus dilakukan. Selain itu, diperlukan juga peningkatan berbagai tindakan lain mengikuti imbauan WHO di atas, misalkan meningkatkan kegiatan pelacakan kontak hingga kerja sama antarwilayah. Secara umum, kebijakan larangan mudik untuk membatasi mobilitas publik dan meminimalkan kemungkinan penularan Covid-19 sejalan dengan pedoman strategi umum penanganan pandemi Covid-19 dari WHO. Pada 24 Februari 2021, WHO menerbitkan COVID-19 Strategic Preparedness and Response Plan . Dokumen tersebut merupakan pedoman untuk koordinasi tindakan yang mesti diambil pada stage lokal, nasional, dan international guna menanggapi berbagai tantangan penanggulangan pandemi Covid-19.

Ketentuan ini ditetapkan melalui Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 yang meniadakan mudik dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Tren jumlah kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan lonjakan setelah tiap liburan panjang, termasuk libur lebaran. Hal tersebut disebabkan oleh kenaikan mobilitas penduduk yang terjadi selama liburan panjang. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan pergerakan selama liburan panjang untuk mencegah penularan Covid-19.

tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari dua jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut. Ditambahkan Muzofar, bagi calon penumpang maupun awak bus yang ingin melakukan tes GeNose C19 wajib menyertakan tiket bus atau identitas diri bagi awak bus. Kementerian/lembaga, TNI/Polri, dan pemerintah daerah sebagai instansi, berwenang akan melakukan pengawasan serta melakukan pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan dan penegakan hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku. Aturan tersebut dibuat secara komprehensif oleh pemerintah dengan tujuan melindungi pelaku perjalanan dari bahaya penularan Covid-19. Wiku pun mengimbau masyarakat bijak dalam melakukan perjalanan jarak jauh, hanya untuk urusan penting dan mendesak.